Desa Pancasila dengan perayaan setiap tahunnya
Selamat Hari Raya Nyepi! Semoga ketenangan ini melahirkan kebahagiaan dan harapan baru dalam hidup kita.

Lamongan, 28 Maret 2025 – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, masyarakat Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, kembali menggelar tradisi Pawai Ogoh-Ogoh pada Jum’at (28/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan keagamaan umat Hindu yang diselenggarakan setiap tahun tepat sehari sebelum Nyepi.
Pawai Ogoh-Ogoh diikuti dengan antusias oleh warga dari berbagai usia dan latar belakang. Arak-arakan dimulai sejak sore hari, diiringi tabuh musik tradisional dan diikuti oleh rombongan pembawa ogoh-ogoh yang mengelilingi desa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini tetap menarik perhatian luas, bahkan ketika cuaca diguyur gerimis ringan, masyarakat tetap setia memadati rute pawai untuk menyaksikan langsung jalannya prosesi.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan patung raksasa simbolis yang menggambarkan sifat buruk manusia dan kekuatan negatif alam semesta. Patung ini biasanya dibuat dengan bentuk menyeramkan, menggambarkan sosok-sosok mitologis atau imajinatif, yang kemudian diarak keliling desa dan dimusnahkan dengan cara dibakar sebagai simbol pengusiran unsur negatif sebelum memasuki Tahun Baru Saka.
Yang menjadikan Pawai Ogoh-Ogoh di Desa Balun istimewa adalah semangat toleransi antar umat beragama yang sangat kental terasa. Desa yang dikenal sebagai “Desa Pancasila” ini memang memiliki keberagaman agama dalam satu lingkungan, dan dalam pawai ini tidak hanya umat Hindu yang terlibat dalam prosesi arak-arakan. Masyarakat dari berbagai agama turut ambil bagian dalam menyukseskan acara, mulai dari membantu persiapan hingga ikut serta dalam pengiringan pawai.
Hal ini memperlihatkan bahwa perayaan keagamaan dapat menjadi ruang kebersamaan lintas iman yang mempererat persatuan warga. Warga Balun menjadikan Pawai Ogoh-Ogoh tidak hanya sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga sebagai ajang untuk merawat nilai-nilai budaya, persaudaraan, dan keharmonisan sosial.
Semoga ketenangan dalam perenungan dan penyucian diri ini melahirkan kebahagiaan serta harapan baru bagi kita semua. Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947.


